Senin, 12 Mei 2014

Perpustakaan Sebagai Sarana Temu Balik Informasi


Temu kembali informasi adalah sebuah media layanan untuk memperoleh informasi atau sumber informasi yang dibutuhkan oleh pengguna. Sistem temu kembali informasi merupakan sistem informasi yang berfungsi untuk menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan pemakai. Sistem temu kembali informasi berfungsi sebagai perantara kebutuhan informasi pengguna dengan sumber informasi yang tersedia. Salah satunya sistem temu balik informasi di perpustakaan merupakan unsur yang sangat penting.
Oleh karena jenis dan jumlah informasi sangat banyak maka untuk mempermudah pemakai dalam menelusuri informasi yang dibutuhkan, diperlukan suatu sarana untuk membantu penelusuran.Sarana yang sangat tepat dipakai oleh para pengguna informasi diantaranya adalah perpustakaan. Perpustakaan merupakan pusat penyedia informasi yang multifungsi, sehingga ia dikenal sebagai unit pelayanan informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat secara luas karena perpustakaan memang terikat dalam tatanan masyarakat yang luas. Perpustakaan harus ada dan dibangun ditengah-tengah masyarakat, karena setiap orang pasti ingin maju dan berkembang, serta ingin menguasai banyak ilmu pengetahuan yang tentunya dapat dilakukan dengan membaca/belajar pada buku dan sumber informasi lainnya. 
Untuk dapat menemukan berbagai sumber informasi, maka cara paling mudah dan murah yang dapat dilakukan semua orang adalah dengan berkunjung ke perpustakaan. Karena perpustakaan didirikan untuk melayani mereka yang membutuhkan informasi.Segala jenis informasi dan sumber-sumber informasi yang dimiliki perpustakaan secara terus-menerus akan bertambah sejalan dengan berkembangnya informasi. Seiring dengan bertambahnya waktu maka ilmu pengetahuan juga berkembang dengan pesat sehingga inventaris buku pada perpustakaan juga akan semakin bertambah, begitu pula dengan anggota perpustakaan yang lama-kelamaan akan semakin bertambah pula.Untuk itulah di perpustakaan memerlukan temu balik. 
Tanpa sistem temu balik, pengguna akan mengalami kesulitan mengakses sumber daya informasi yang tersedia di perpustakaan. Sebaliknya, perpustakaan akan mengalami kesulitan untuk mengkomunikasikan sumber daya informasi yang tersedia kepada pengguna, apabila sistem temu balik yang memadai tidak tersedia di perpustakaan tersebut. Untuk itulah maka diperlukan sarana temu kembali informasi guna menyaring dan atau memilih informasi-informasi yang benar-benar sesuai dengan yang kita butuhkan, dengan pengertian informasi tersebut dapat kita peroleh dengan cepat, tepat, dan yang lebih penting lagi akurat.Temu kembali informasi dapat diartikan sebagai kegiatan yang bertujuan untuk menyediakan informasi kepada pengguna sebagai jawaban akan kebutuhan informasi pengguna. Temu kembali informasi merupakan istilah yang mengacu pada temu kembali dokumen, sumber atau data yang dimiliki unit informasi atau perpustakaan.  
Sistem temu kembali informasi merupakan sistem yang berfungsi untuk menemukan informasi yang relevan dengan kebutuhan pemakai. Salah satu hal yang perlu diingat bahwa informasi yang terkandung dalam sebuah dokumen bersifat tekstual. Sedangkan penelusuran informasi merupakan bagian dari sebuah proses temu kembali informasi yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pemakai akan informasi yang dibutuhkan, dengan bantuan alat penelusuran dalam temu kembali informasi yang dimiliki perpustakaan. 
Ilmu pengetahuan/informasi dan teknologi haruslah dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.Perpustakaan sebagai pusat  informasi menyajikan koleksi dalam bentuk yang berbeda-beda, baik koleksi tercetak seperti buku, majalah, tesis, disertasi, skripsi, atau koleksi yang bukan tercetak seperti CD-ROM, internet dan lain-lain. Koleksi yang ada di perpustakaan akan sulit dan bahkan tidak dapat ditemukan bila tidak ada sarana temu kembali yang dapat membantu pengguna untuk menemukan koleksi yang ada di perpustakaan. Sarana temu kembali tersebut dapat berupa katalog/indeks.Untuk mencari kembali bahan pustaka tertentu dalam koleksi perpustakaan, katalog merupakan alat pencari yang terpenting. Atau dengan kata lain, katalog adalah kunci untuk menemukan bahan pustaka dalam sebuah perpustakaan. Pada dasarnya, koleksi tiap perpustakaan dikelola dengan prinsip yang sama. 
Dalam jangka waktu yang sangat lama, buku adalah satu-satunya koleksi perpustakaan besar di dunia. Semua sistem dan tata kerja perpustakaan didasarkan pada sifat buku dan perilaku pemakai buku. Mulai dari ruang, tata cara peminjaman, sampai kepada sistem simpan dan temu kembalinya, semuanya berbasis buku/koleksi.Sedangkan peranan pustakawan sebagai perantara dalam temu kembali adalah pada fungsi matching, atau pencocokkan. Yang dimaksud matching di sini adalah mencocokkan antara pertanyaan pemakai dengan dokumen yang ada. Perantara bisa berupa manusia, atau berupa sistem (komputer) dengan sarana bantu lainnya. Tetapi yang terpenting di sini adalah fungsinya untuk mencocokkan permintaan pemakai sehingga tercapai tujuan pemakai tersebut atau bisa digunakan untuk memecahkan masalahnya.Teknologi informasi di perpustakaan juga dapat dimanfaatkan dalam kegiatan penelusuran informasi. 
Teknologi informasi dalam kegiatan penelusuran informasi di perpustakaan diaplikasikan sebagai penyedia sarana temu balik informasi bagi pengguna. Temu balik informasi di sini menyangkut kendali sumber dan materi perpustakaan serta isi sebuah dokumen. Sitem temu balik informasi ini bisa berupa sistem intern, yaitu berupa pangkalan data lokal beserta jasa dan produk yang berkaitan dengannya, bisa juga berupa sistem ekstern., seperti online searching, world wide web dan lain-lain beserta jasa dan produk yang berkaitan.Penggunaan teknologi berupa komputer ternyata juga sangat membantu pekerjaan pengolahan bahan pustaka dan temu kembali untuk pelayanan informasi di perpustakaan. Dengan bantuan komputer maka dapat ditampung informasi mengenai koleksi tanpa memerlukan banyak tempat, praktis dan efisien. Dengan cara tertentu informasi yang diperlukan akan terpapar pada layar komputer. 
Untuk menyampaikan kepada pemakai bahan pustaka apa yang dimiliki perpustakaan, biasanya di perpustakaan sekarang ini akan menyediakan layanan berupa katalog online (OPAC) yang mencatat ciri masing-masing bahan pustaka yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan membedakan satu bahan pustaka dengan bahan pustaka yang lain.OPAC merupakan sarana mutakhir yang telah menjadi pilihan utama perpustakaan selain memberikan kemudahan bagi pengguna. OPAC juga memberi kemudahan bagi petugas perpustakaan dalam melakukan kegiatan pengatalogan dan lain-lain. Peralihan katalog manual ke bentuk online, disamping banyak menghemat waktu pengguna dalam penelusuran, juga mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan pengatalogan bahan pustaka Penelusuran informasi menjadi penting karena jantung dari sebuah layanan informasi atau perpustakaan adalah bagaimana memenuhi kebutuhan informasi yang diminta pemakai, bagaimana menemukan informasi yang diminta pemakai dan bagaimana memberikan jalan kepada pemakai untuk menemukan informasi yang dikehendaki. 
OPAC di perpustakaan disediakan untuk membantu pengguna perpustakaan dalam mencari dokumen dan untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam memecahkan suatu pertanyaan atau permintaan. OPAC menjadi suatu sarana bagi pengguna untuk menulusur informasi dan juga merupakan sarana penyimpanan, sarana penelusuran informasi secara online, dan sebagai sarana untuk memeriksa status dari suatu bahan pustaka. Proses penelusuran informasi menjadi penting untuk menghasilkan sebuah temuan atau informasi yang relevan, akurat dan tepat. Proses dan penggunaan alat yang tepat akan menghasilkan informasi yang tepat pula.Sasaran dari sistem temu kembali informasi adalah kepuasan pemakai. 
Maka dapat disimpulkan bahwa perpustakaan merupakan sarana temu balik informasi yang efektif. Temu kembali informasi merupakan sebuah sistem yang berguna dalam mencari dan menempatkan dokumen dari atau dalam basis data sesuai dengan permintaan pengguna. Sistem temu kembali informasi memiliki tujuan akhir, yaitu memberikan kepuasan informasi bagi pengguna sistem. Jadi, temu kembali informasi merujuk pada keseluruhan. kegiatan yang meliputi pembuatan wakil informasi (representation), penyimpanan (storage), pengaturan (organization) sampai kepada pengambilan (access).

Daftar Pustaka :

http://duniaperpustakaan.com/blog/2009/11/01/temu-kembali-informasi-dari-sudut-pandang/ (Diakses tanggal 1 Oktober 2013)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peran JDIH di Era Revolusi Industri 4.0

          Pada era teknologi yang berkembang saat ini, membuat masyarakat dan pemerintah menjadi melek teknologi informasi dan melek hukum. ...