Jumat, 09 Mei 2014

Cerpen#3 : Panen Jagung

Liburan akhir pekan kali ini menjadi sesuatu yang berbeda bagi Rizki. Betapa tidak, anak laki-laki berumur 7 tahun itu biasanya selalu menghabiskan waktu liburnya dengan bermain PS, menonton TV seharian atau membaca komik, namun kali ini orangtuanya mengajaknya berlibur di rumah paman Husain di Bogor. Pamannya itu mempunyai ladang Jagung yang cukup luas dan katanya sudah memasuki usia panenan, untuk itu Rizki diajak kesana untuk melihat proses memanen jagung dan sekalian membantu paman Husain berpanen. 


Sebenarnya Rizki merasa malas "Buat apa sih pa ikut panen jagung, kan capek harus berpanas-panasan" keluh Rizki "Jangan begitu nak, biar kamu sekalian tahu kalau panen itu asyik, kamu juga belum pernah melihat ladang jagung paman Husain kan"kata Papa "Iya Riz daripada bengong terus di rumah, mendingan ke tempat panenan Paman, pasti seru" tambah mama.
Sabtu pagi dari Jakarta mereka naik mobil ke rumah paman Husain. Jarak tempuh 2 jam itu ternyata tidak membosankan karena masih pagi sehingga polusi udara Jakarta masih sedikit. Setelah tiba di Bogor mereka disambut istri paman Husain yang menghidangkan teh manis, kue bolu dan camilan "lepas ini papa dan mama mau berkeliling sejenak disini, sekalian belanja sayur yang masih segar di kebun dekat rumah paman, kamu langsung pergi ke ladang jagung saja ya" kata mama "iya setelah istirahat sejenak kita langsung ke ladang ya, sudah ada orang yang memanen jagung disana" ajak Paman "yaah paman tapi Rizki masih pegal" kata Rizki beralasan, sebenarnya dia malas untuk pergi kesana "mumpung sudah sampai disini, masa' cuma dirumah terus, nanti rugi lho kan asyik, ayolah ikut saja. nanti papa mama kamu biar nyusul setelah berjalan-jalan disekitar kebun sayur" kata Paman Husain.
Akhirnya Rizki menyetujui ajakan paman Husain pergi ke ladang, dia penasaran juga seberapa sih asyiknya pergi ke ladang jagung itu "ini Riz pakai topinya biar tidak kepanasan nanti" kata papa sambil memberikan topi warna abu-abu. Karena jaraknya tidak begitu jauh, mereka langsung berangkat dengan berjalan kaki, waah Rizki menghirup udara segar meskipun hari sudah mulai siang namun udara nya sama sekali tidak berpolusi, berbeda dengan di Jakarta. "Paman disini enak sekali, udaranya bersih jadi bikin betah" komentar Rizki "Iya selain itu disini juga banyak sekali kebun dan pepohonan jadi nampak asri dan indah"kata Paman. Beberapa saat kemudian mereka tiba di ladang jagung"waah paman ladangnya luas sekali, jagung-jagungnya juga banyak tumbuh tinggi " kata Rizki kagum "hehehe nah ini keseruan berada di ladang jagung, apalagi sewaktu panenan, ayo Riz kita bantu para pekerja itu memetik jagung, kamu juga bisa belajar caranya memanen jagung, kamu bantu yang mudah-mudah saja ya" kata paman senang melihat keponakannya begitu gembira melihat jagung-jagung yang sangat banyak di ladang. Paman Husain memiliki beberapa pekerja yang membantu selama panen jagung.  Rizki juga diajari bagaimana cara memetik jagung, asyik sekali sampai peluh di dahinya tidak Deni hiraukan "Wah Riz sudah banyak ya jagung yang kau petik itu" kata paman melihat kantong jagung yang dibawa Rizki sudah setengah penuh " Iya paman, Rizki capek ayo istirahat dulu" kata Rizki sedikit ngos-ngosan ." wah kamu terlalu semangat rupanya, yasudah disana ada saung ayo kita ke situ" kata Paman.
Mereka menuju ke saung yang letaknya agak dipinggir ladang, disana terlihat ada bapak-bapak yang sedang membakar ranting dan daunan kering "Paman ranting yang dibakar itu untuk apa? "tanya Rizki "untuk membakar jagung, nanti bisa kita makan sama-sama. kamu mau ? "kata Paman "waah jelas mau sekali paman, asyyik " kata Rizki senang. Selepas minum air teh yang telah disiapkan, mereka kemudian membakar jagung "jagung ini setelah dipanen kemudian diolah, dibersihkan serabutnya. nah begitu sudah bisa kita nikmati menjadi beraneka sajian seperti jagung bakar ini"kata Paman. mereka membumbui jagung dengan mentega dan saus sambal kemudian dibakar bertahap sampai matang "enak sekali paman, siang-siang seperti ini makan jagung bakar, apalagi di saung udaranya sepoi-sepoi" kata Rizki sambil melahap habis jagung bakarannya, hal itu membuat paman tersenyum.
Tak lama kemudian papa dan mama Rizki menyusul ke ladang ditemani istri paman Husain yang membawa perbekalan untuk makan siang "wah sepertinya kamu menikmati di ladang jagung ini ya Riz"kata papa senang "hehe iya pa, disini ternyata asyik sekali, apalagi pas panen, ada jagung dimana-mana" jawab Rizki senang. "nah ayo kita makan siang dulu, ini ada oseng sayur kacang, ikan bawal goreng dan bakwan jagung" kata istri paman Husain ramah "waah jagungnya bisa dijadikan bakwan juga ya?"kata Rizki membuat semua yang ada disitu tertawa "Iya jagung ini bisa dijadikan tambahan untuk olahan bakwan, ditambah seledri dan wortel" terang mama "wah enak banget ya Ma, dulu dirumah mama pernah memasak sup dengan jagung juga kan" kata Rizki "iya nak jagung itu banyak manfaatnya, bisa dijadikan banyak makanan enak" kata mama. Mereka pun menikmati makan siang dengan lahap dan ceria.
Malam hari di teras rumah, Rizki berkumpul dengan orangtuanya dan paman Husain, mereka bercerita pengalaman seharian ini dam tak lupa Rizki menceritakan pelajaran barunya tentang panen jagung "Tadi Rizki ikut membantu panen, biar cuma memetik di dahan yang nggak terlalu tinggi" kata Rizki "Bagus itu Riz, kamu bisa belajar banyak kelak kalau sudah ada panenan lagi" kata papa. Istri paman Husain muncul dari dapur membawa camilan jagung rebus dan teh manis hangat " ini camilan kesukaan paman Riz, ayo dimakan" kata paman Husain. Semua senang meyantap camilan sambil mengobrol banyak hal.
Rizki mendapat pengalaman baru hari ini, bisa belajar panen jagung dan mengetahui manfaat jagung yang bisa diolah bermacam-macam, semuanya enak. Dia jadi senang dengan ladang jagung pamannya dan ingin sering-sering lagi berkunjung kesana ketika liburan. Apalagi saat akan pulang ke Jakarta esok harinya, paman Husain memberikan oleh-oleh sekantung jagung untuk dimasak mama. Hmmmm enaknya ^^   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Peran JDIH di Era Revolusi Industri 4.0

          Pada era teknologi yang berkembang saat ini, membuat masyarakat dan pemerintah menjadi melek teknologi informasi dan melek hukum. ...